Filed under: Uncategorized
Ada banyak pertanyaan yang selalu dimulai dengan kata “kenapa?”. Kalau Aya, anak ku, dia mulai dengan kata tanya itu karena memang dia butuh jawaban, klo aku lebih karena ga bs menerima kenyataan. Hiks… Misalnya, kenapa siy sangat jarang orang yang membutuhkan uang bs langsung dipertemukan dengan orang yang punya uang? Maksudku disini tanpa perantara, dalam arti orang maupun suatu tindakan antara. Mesjid, Gereja itu perantara yang dapat legitimasi sosial. Ngemis di jalan itu salah satu tindakan antara. Kenapa harus ada sekian upaya, teknik atau strategi dulu agar pertemuan antara kebutuhan dan penyedia kebutuhan tersebut bs bertemu. Jarang, bukan berarti ga pernah. Aku siy percaya alam ini selalu membantu setiap kejadian yang diinginkan manusia, selangka apapun itu. Tapi kenapa juga dibikin langka? Ketika keinginan itu begitu kuat. Ketika banyak orang yang lagi sangat membutuhkan uang atau makanan, knp orang2 yang kelebihan ga serta merta digerakkan, entah oleh semacam daya tarik bumi, untuk membantu menyediakan? Rasanya kalau bumi ini mau membantu sedikit untuk itu, akan banyak orang-orang lapar yang tertolong. Karena ada banyak orang yang sebetulnya siap memberi setiap waktu, tapi ragu apakah bantuannya akan lebih bermanfaat jika diberikan pada si A atau si B, atau mungkin malah si yang lain? Itu karena sang perantara ga cukup meyakinkan, lebih banyak tipu daya. Atau ya ga usah pusing, rutin aja. Buang hartamu setiap waktunya dengan zakat atau apapun istilahnya. Meski orang-orang kelaparan tetap ga pernah berkurang…
6 Comments so far
Leave a comment
Kenapa juga uni yg satu ini. Lagi bete ya ama dunia ? Apa kabar ‘old fren’, yg di fb buntut tuh ?
Comment by Hardi February 11, 2010 @ 7:14 amHardi psiko ya? waaah…kemana aja ? buntut dah 2…lo gmn?
Comment by marganusa September 23, 2010 @ 2:39 pmPertanyaan kenapa memang satu level berikutnya dari ‘apa’ serta kawan-kawannya, ‘siapa’, ‘dimana’ qe3
Konon, anak kecil mengawali pertumbuhannya dengan pertanyaan apa. Nah kalau sudah gedhe, sekitar tiga tahun sampai lima tahun, ibu ayahnya siap-siap menghela nafas panjang diberondong pertanyaan ‘kenapa’
keep blogging, salam buat kawan-kawan Combine di Jogja
Comment by inung gunarba July 8, 2010 @ 9:29 amiya…kecerdasan anak2 di bawah 5 tahun memang amazing ya…murni banget…belum terpolusi oleh tata aturan dunia fana ini…:D. makasih mampiir…:-)
Comment by marganusa September 23, 2010 @ 2:41 pmaku bukan mau propaganda, tapi pertanyaan pertanyaanmu itu adalah yang ditulis oleh Marx dalam Paris Manuscript 1844 tentang Uang
Comment by anom September 23, 2010 @ 1:57 pmbelum baca nom…tp semoga g msh cukup marxist..:-)
Comment by marganusa September 23, 2010 @ 2:37 pm