Filed under: Uncategorized
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Siapa siy leluhur kita? pasti setiap orang punya rasa ingin tahu, setidaknya sedikit tentang hal yang satu ini. mereka yang termasuk di dalamnya tentu saja orang tua, nenek kakek, hingga yang di atas-atasnya. Umumnya setiap orang maksimal hanya akan mengenal secara langsung tiga generasi di atasnya. Lebih dari itu adalah hasil penulusuran atau ceritera yang diturunkan para orang tua yang ada.
Secara teknis mengenal mereka mungkin tak akan mempengaruhi apapun dari kehidupan kita di masa kini atau di masa depan. Tapi barangkali tetap ada gunanya. Ketika kita mengetahui apa yang pernah dilakukan oleh leluhur kita dalam masa hidupnya, akan ada rasa aneh tertentu yang menelusup ke hati kita. Eh bener lho…Misal ternyata kita mengetahui bahwa leluhur kita adalah seorang guru yang hidup di masa semua orang lain di sekitarnya ga berpengetahuan. Maka kita akan terbayang-bayang jaman kita jadi murid yang kurang ajar sama gurunya, atau malah kita jadi ingat ternyata di waktu kecil kita pernah sangat ingin jadi guru. Pokoknya gimana caranya kita berusaha menghubungkan masa lalu itu dengan diri kita sendiri. Seperti kita ingin menemukan bayang-bayang mereka dalam diri kita. Dan kalau lnenek-kakek kita ternyata seorang pemberontak, PKI lah katakan, maka bisa jadi kita akan dengan diam-diam mengkaitkan sifat pemberontak mereka pada diri kita. Tiba-tiba kita bisa menjelaskan kenapa kita sering memberontak pada atasan, atau kenapa kita selalu berpikir dalam kerangka konflik ketika berhadapan dengan suatu keadaan. Ya kira-kira yang ke PKI-PKI an gitu lah. Atau ketika ternyata kakek kita anak buah pangeran Diponegoro. Kita bisa mengerti kenapa ada semangat kepahlawanan yang luar biasa kuat pada diri kita. Intinya kenali lah leluhur mu, agar dirimu bisa mengetahui kenapa ada kecenderungan-kecenderungan tertentu dalam diri kita. Dan barulah kita percaya bahwa ga semua hal itu diperoleh dari masa kini tapi bisa jadi sesuatu yang telah diwariskan.
Leave a Comment so far
Leave a comment